Lalu timbul pertanyaan: apakah malam itu datang hanya di bulan Ramadhan dan tidak di bulan-bulan lain ? jawabnya, Lailatul Qadar adalah pengkhususan bagi umat Nabi Muhammad SAW. 'Atha' meriwayatkan dari Ibn 'Abbas bahwa Rosulullah SAW diberitahu tentang seseorang dari Bani Israel yang memikul senjata di pundaknya saat berperang di jalan Alloh dan diganjar dengan pahala seribu bulan. Rosulullah SAW terkagum-kagum seraya memohon keutamaan serupa bagi umatnya. Beliau berkata, " Wahai Tuhanku, jadikanlah umatku umat yang sedikit bekerja tetapi mendapat pahala berlimpah." Allah kemudian menjadikan Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan yang pahalanya sama dengan seorang dari Bani Israel yang memanggul senjata di jalan Allah." Bagimu dan umatmu hingga Hari Kiamat."
Menurut para pakar sejarah,orang-orang yang terdahulu tidak akan disebut sebagai hamba Tuhan sampai ia beribadah kepada Allah selama seribu bulan. Allah lalu memberika Lailatul Qadar kepada Nabi SAW. Jika mereka menghidupkan malam itu dengan ibadah, maka mereka lebih berhak mendapat sebutan hamba yang salih ketimbang seluruh hamba-Nya yang lain.
Pendapat lain menjelaskan bahwa malam itu tetap berlangsung hingga Hari Kiamat. Karena banyak hadis yang menyebutkan dan berbicara panjang lebar tentang ketentuan untuk mencarinya di malam-malam tertentu, hal itu menunjukkan bahwa Lailatul Qadar tetap ada hingga Hari Kiamat. Para Ulama berbeda pendapat tentang kedatangan malam itu. Ada yang berpendapat bahwa malam itu khusus datang dibulan Ramadhan, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:(Beberapa hari yang telah ditentukan itu adalah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan Al Qur'an,...(QS 2:185). Juga firman-Nya: (Sesungguhnya Kami telah menurunkannya(Al Qur'an) di Malam Kemuliaan (Lailah al-Qadr) (QS 97:1).
Kesimpulannya adalah bahwa Lailatul Qadar akan senantiasa ada di setiap bulan Ramadhan. Inilah pendapat yang paling sahih. Ada juga yang berpendapat bahwa Lailatul Qadar bisa muncul kapan saja setiap tahun, baik di bulan ramadhan maupun di bulan-bulan yang lain. Kemudian, para ulama berbeda pendapat ihwal apakah malam itu berada diseluruh bulan Ramadhan(selama sebulan penuh) ataukah hanya pada sepuluh malam terakhir bulan itu. Sebagian ulama menganut pendapat pertama dan kebanyakan ulama memegang pendapat kedua serta mengkhususkannya dimalam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir dibulan Ramadhan, yakni malam tanggal 21,23,25,27, dan 29.
Ada tiga sebab mengapa waktu tepatnya Lailatul Qadar dirahasiakan oleh Allah.
Pertama, Allah merahasiakannya untuk mengagungkan sunnah-sunnah yang lain. Dia cukup mengatakan ada dibulan Ramadhan atau sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Allah juga menyembunyikan pahala ketaatan agar kita senantiasa berbuat baik. Sebaliknya,Dia juga menyembunyikan amarah-Nya agar kita senantiasa berhati-hati. Allah juga menyembunyikan para wali dari kalangan awam umat islam untuk memuliakan mereka. Dia juga merahasiakan saat-saat dikabulkannya do'a pada hari Jum'at agar kita bersungguh-sungguh beribadah selama hari Jum'at serta menyembunyikan asma-asmanya yang agung untuk memuliakan keseluruhan sama-Nya.
Kedua, seseorang yang tidak meyakini datangnya Lailatul Qadar tetapi terus beribadah karena mengharapkan kedatangannya akan disambut oleh Allah dan para malaikat-Nya. Allah seolah-olah berfirman: "Para malaikat berkata bahwa manusia sering berbuat kerusakan di muka bumi dan menumpahkan darah. Akan tetapi, lihatlah ketekunan dan kesungguhannya dalam berusaha memperoleh malam yang dimuliakan itu." Maka, bagaimanakah jadinya bila Lailatul Qadar itu diketahui kedatangannya? Kini tampaklah makna firman-Nya: Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa-apa yang tidak kalian ketahui (QS 2 : 30)
Ketiga, disembunyikannya kapan waktu tepatnya Lailatul Qadar bertujuan agar kita tekun dan bersungguh-sungguh dalam mencari serta mendapatkannya. Dengan demikian, setidaknyakita akan menjadi oarang-orang yang tekun beribadah (al-mujtahidun). Sementara itu, bila kedatangan malam itu dikabarkan, orang pasti akan mengurangi dan meninggalkan ibadah di malam-malam lain dan hanya akan sungguh-sungguh beribadah di malam yang telah ditentukan. Dalam sebuah hadis qudsi ditegasksn, "Aku memberi pahala kepadamu sesuai dengan jerih payahmu."
Lailatul Qadar memiliki banyak keutamaan. Pertama, barangsiapa menghidupkan malam itu dengan beribadah dan salat, maka dosa-dosanya akan diampuni. Nabi saw. bersabda, "Barangsiapa melakukan salat malam pada waktu Lailatul Qadar karena iman dan mengharap ridha Allah, maka dosa-dosanyanya yang telah lalu akan diampuni." Kedua, Lailatul Qadar merupakan saat-saat air jernih tidak mengalir di lembah yang besar. Sebuah pepatah arab menggambarkan bahwa pada malam itu terbuka alam malakut bagi manusia. Setiap orang berbeda-beda tingkatan dalam mengetahuinya. Ada yang melihat arasy langit terbuka tanpa tabir sehingga dapat menyaksikan para malaikat dalam bentuk aslinya dari yang sedang bardiri, duduk, rukuk, dan bersujud. Ia pun menyaksikan para malaikat yang sedang ber- tasbih, ber- tahlil, dan sebagainya. Ada juga yang terbuka baginya hijab penutup bumi sehingga ia dapat melihat bangsa jin, setan, iblis, dan kawanannya serta singgasananya yang membuat kagum orang-orang yang melihatnya. Ia pun melihat jin yang taat dan durhaka. Ada juga yang bisa membuka hijab melampaui langit atas sesuai dengan kesalihan dan ketaatannya. Siapa saja yang melihat gejala kedatangannya hendaklah memperbagus amal perbuatannya dan memperbanyak ibadah serta doa setiap malam, terlebih lagi di bulan Ramadhan.Semoga kita dapat memperoleh malam Lailatul Qadar dengan lantunan doa: "Ya Allah, Yang Maha Pengampun, Yang Mahamulia dan Yang menyukai ampunan, ampunilah dosa-dosaku,"
Di antara tanda-tanda datangnya Lailatul Qadar adalah fajar terbit dengan sempurna--tidak panas dan tidak dingin. Air laut terlihat jernih, anjing-anjing tidak banyak menggonggong, dan matahari terbit di pagi hari dengan sinar putih bersih dan cahaya redup seolah-olah sinarnya telah lenyap. Siapa saja yang mendapatkan gejala-gejala di atas hendaklah meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah dan berdoa sepanjang hari sebagaimana ketekunan ibadahnya di malam hari. Insya Allah, ia akan mendapatkan dan memperoleh keutamaan malam itu. Pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, kita dianjurkan untuk ber- i'tikaf agar bisa memperoleh Lailatul Qadar. Apalagi bagi orang-orang yang berpendapat bahwa Lailatul Qadar muncul pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah dan para sahabat ber- i'tikaf di masjid pada bulan Ramadhan. Para sahabat berkata, "Kami mengendalikan diri kami agar tidak menampakkan ibadah puasa kami." Kemudian datang seorang laki-laki kepadaku (asy-Syili) seraya berkata, "Wahai syaikh,aku adalah pecinta yang diabaikan," Asy-Syili menjawab, "Tetapilah gerbang al-Habib." Laki-laki itu berngkat dan ber-i'tikaf di dalam masjid. Ia menunaikan salat semalam itu dengan wajah ber debu seraya berdoa, "Wahai Tuhanku yang mulia, aku memohon ketersambungan dengan-Mu."
Semoga Allah menjadikan kita para pecinta yang mengikuti jejak para ulama salih dan meneladani Rasulullah saw. Lailatul Qadar adalah malam yang diagungkan Allah, yang didalamnya diturunkan Al Qur'an sebagaimana firman Allah: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada Malam Kemuliaan. Dan tahukan kamu apakah Malam Kemuliaan itu?. Malam Kemuliaan lebih baik dati seribu tahun. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar (QS 97:1-5).
Al Qadr bisa bermakna kedudukan yang tinggi dan agung juga bisa berarti menilai hukum ibadah dan membagi pahalanya kepada seluruh makhluk. Makna Lailatul Qadar, dalam pengertian pertama, adalah malam bersinar yang memiliki kemuliaan, kekuatan, dan dipenuhi pujian. Dengan kata lain, malam itu adalah malam kesempatan yang diberikan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang ikhlas untuk menyadari bahwa mereka bukanlah pemilik keagungan dan kebesaran, baik di dunia maupun di akhirat. Sementara itu, dalam pengertian yang kedua, Lailatul Qadar berarti malam ketika Allah menilai seluruh amal perbuatan hamba-hamba-Nya. Dia mengutus sejumlah malaikat dari lembaran terjaga(Lauh al-Mahfuzh) untuk turut memberikan penilaian atas apa yang dikerjakan seluruh makhluk di bumi. Dalam dua pengertian ini jelaslah bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang serba meliputi(Laylah al-'am). Allah meliputinya dengan segala kebaikan dan pahala yang berlimpah. Barangsiapa berbuat kebaikan pada malam itu, maka ia akan memperoleh keutamaan dengan pahal yang sangat besar.
Untuk Lailatul Qadar ini ada tiga nama lain yang semuanya merujuk pada jalan menuju Tuhan dengan kebaikan dan pahala berlimpah. Tiga nama itu adalah: malam penuh berkah(Lailah al-barakah), malam penuh kasih sayang(Lailah ar-rahmah), dan malam penuh kedamaian(Lailah as-alam).